Doa Rasulullah Ketika Mendapat Musibah

" Tentu kami bakal menguji kalian dengan sesuatu ketakutan serta kelaparan dan kekurangan harta, jiwa serta buah. Dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang sabar. " (QS Al Baqarah 2 : 155). Dalam kehidupan ini seorang akan tidak lepas dari kondisi suka serta sedih. Suka apabila memperoleh karunia nikmat serta sulit apabila tertimpa musibah. Permasalahannya, bagaimana kita bisa kuasai diri ketika kita dihadapkan satu musibah.
Doa Rasulullah Ketika Mendapat Musibah

Datangnya musibah itu satu keniscayaan tak dapat dihindari. Seperti dalam ayat di atas, ada beberapa macam musibah. Mulai rasa takut lantaran ancaman pihak lain atau lantaran kelaparan lantaran susahnya mendapatkan bahan pokok makanan, hingga pada kehilangan harta, jiwa serta beragam kebutuhan duniawi.

Allah SWT mengajarkan pada golongan beriman jika terkena musibah supaya memperbanyak kesabaran serta shalat (QS Al Baqarah 2 : 153) yakni tetaplah sabar menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam meninggalkan larangan Allah SWT, serta sabar dalam menerima takdir serta ketetapan Allah SWT. Nabi SAW mencontohkan pada kita apabila ada kesusahan atau musibah sebaiknya kita sabar serta shalat. Rasulullah SAW jika ada kesusahan beliau shalat (HR Abu Dawud).

Beliau juga mengajarkan umat Islam bila terkena musibah supaya berdoa pada Allah SWT seraya berkata, " Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku serta ubahlah dengan yang lebih baik daripadanya ", dengan begitu, " niscaya Allah SWT akan menggantikannya yang lebih baik ". (HR Ahmad).

Satu kali Ummu Salamah tertimpa musibah dengan kematian suaminya tercinta Abu Salamah. Waktu itu Ummu Salamah teringat pesan Nabi SAW supaya berdoa` apabila tertimpa musibah. Dia mengucapkan doa` itu : " Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku serta ubahlah dengan yang lebih baik daripadanya ". Selain itu Ummu Salamah percaya kalau sebagaimana Rasulullah SAW berkata bakal diganti dengan yang lebih baik.

Namun Ummu Salamah bertanya-tanya, " Siapakah yang lebih baik dari suamiku Abu Salamah? " Nyatanya setelah masa iddah-nya habis, Rasulullah SAW meminangnya. Jadi Ummu Salamah makin meyakini kalau Allah SWT benar-benar sudah menggantinya dengan yang lebih baik yakni Rasulullah SAW. Makin seseorang kuat imannya, ujian serta musibah makin banyak.

Umat muslim di ajarkan Allah SWT supaya bila terkena musibah selekasnya mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (kita punya Allah serta bakal kembali pada Allah). Beberapa ulama salaf berkata : " Semua musibah yang menimpa diri kita, pada hakekatnya ringan, sepanjang musibah itu tak menyangkut keutuhan agama kita ". (republika.co.id)